Karma

Lihat saja muka-muka berjelaga

Menyeringai gigi dengan jumawa

Mengucap mantra penarik harta

Terpoleskan rias wajah penanda kemewahan singgasana

Rampasan alam menggunung tinggi di pundi-pundi

Hingga buta pada lebah mati di taman bunga

dari lapar

sekarat

mati

busuk

tanpa sekali mereka lihat dan dengar

Dan ternyata mereka imun pada cerita nyata

Hingga suatu hari lebah mati di taman bunga itu mereka

 

Galat Rasa

Terpuisikan bahwa kau tak selalu ada untukku
Dua dunia mencipta jarak yang nyata
Galat mewarna dalam bahasa
Pun kau dan aku tak mengerti
Rasa apa yang tertera di hati
Hingga tertinggalkan aku di sini
Sendiri