June 16, 2011

Bukan Itu Cinta

Posted in Renungan, Story Behind at 12:18 am by Ophie

“Aku cinta kamu, akan kuberikan segalanya untukmu”

Mendengar cerita dari banyak orang, yang seringkali minta pendapat saya tentang cintanya, entah itu yang sedang berbunga, kandas, terbagi, terbelah, yang katanya bisa mengubah seketika dunianya, membuat ratusan ekor kupu-kupu menari dalam perutnya, membuat saya tergerak menuliskan tema cinta. Berdasarkan pengamatan saya, ada yang aneh dengan cinta mereka, meski ada juga yang jadi indah seperti sahabat saya, Azka Madihah, Ayah-Ibu saya, dan banyak cinta lain di dunia. Seringkali cinta di sekitar saya dijadikan pembenaran untuk menyakiti, hanya obral janji tanpa bukti, ini aneh menurut logika saya. Bahkan cinta dijadikan pembenaran untuk melakukan kejahatan kemanusiaan, seperti yang ramai dipertontonkan opera sabun negeri ini. Saya rasa itu bukan cinta jika hanya menjerumuskan, menyakiti, memperturutkan keinginan, dan segala hal yang membuat hidup hilang makna.

A : Aku masih sayang kamu, aku berniat menikah 2 tahun lagi, tapi tidak tau dengan siapa. Seorang lelaki bicara cinta pada mantan kekasihnya

B : Aku mau menunggu asalkan kamu menetapkan pilihan atasku.

A : Entahlah, aku harap kamu sabar menunggu, sampai saat itu tiba.

Ini satu dari beberapa cerita yang saya dapat dan berhasil membuat saya emosi jiwa. Saya sangat tidak rela sahabat saya, diminta menanti oleh orang yang bahkan tidak bisa menetapkan hati untuk perihal seumur hidupnya, kalaupun belum yakin saya rasa tak perlu melontarkan janji.

A : Saya beritahu satu rahasia, kita-kita itu gampang suka sama orang, ketika kita menyatakan belum tentu benar-benar mau, bisa jadi berubah pikiran, perempuannya saja yang terlalu mengharap.

Sebuah pesan singkat sampai pada sahabat saya yang lain dari seorang lelaki yang saya kira sangat paham bagaimana seharusnya cinta. Memang kebanyakan contoh di atas dilakukan oleh lelaki, tapi bukan berarti perempuan tidak pernah salah dalam cinta yang bukan cinta, hanya saja saya tak punya banyak contoh karena kebanyakan yang bercerita adalah perempuan. Bukan itu cinta jika hanya berlompat-lompat pada orang yang dianggap nyaman bercengkrama, dekat, dikagumi, ketika ada yang lain serta merta juga jadi cinta baginya, dan saat itu pula cintanya berpindah.

Suatu hari lahirlah seorang bayi perempuan, bagi dunia mungkin telah biasa, tapi baginya dia istimewa. Rentang waktu penantiannya menambah pangkat cintanya pada bayi mungil itu. Tahun demi tahun berlalu, ada banyak tangis yang tertahan, tidak nampak, hanya agar perempuan kecilnya tumbuh tegar, dengan atau tanpanya. Ada banyak senyum yang melebar, hanya agar perempuan kecilnya percaya senyum adalah shadaqah termudah. Baginya, kala perempuan kecilnya sakit kala itu juga Ia sakit, pun begitu dengan lelaki belahan jiwanya. Kala perempuan kecilnya bahagia akan jalan hidupnya, seketika bahagia menjadi tak berjeda baginya.

Harusnya cinta adalah ketetapan hati, buah dari pengharapan di setiap rentang waktu. Seperti buliran doa orang tua yang tidak pernah selesai mengalir. pengharapan yang selalu berwujud pada bukti nyata.

Betapapun Allah telah mengulang bahwa Ia cinta pada kekasih-Nya, Muhammad. Lelaki itu tak pernah lelah bersujud memujinya, memohonkan keselamatan untuk umatnya bahkan untuk mereka yang tak pernah Ia temui sekalipun. Ia sering menangis jika mengingat banyak umatnya yang tidak selamat.

Semestinya cinta menjadi dasar untuk membangun hidup yang lebih panjang, setelah mati. Di dalamnya akan ada banyak pengorbanan untuk perbaikan, yang mendekap erat untaian cinta Tuhannya. Bagi saya dan mungkin banyak orang yang hidup di dunia, segala relativitas akan berlaku kecuali untuk cintanya yang cinta pada Pemilik Segalanya.

Darmaga, 16 Juni 2011

*Setelah seharian mendengar cerita cinta yang bukan cinta*

June 1, 2011

Gado-gado Tingkat Akhir (144 SKS)

Posted in hanya tulisan, Story Behind at 2:17 pm by Ophie

Taraaaaa…..bertemu lagi dengan gaya tulisan meletup-letup siap untuk meledak, setelah sebelumnya disuguhkan dengan puisi mengharu biru. Gak papa lha ya, sekali-kali, karena ini juga bagian dari diri saya. Hari ini saya mau bercerita tentang nikmatnya tingkat akhir setelah tingkat sebelum-sebelumnya adalah tingkat yang saya sebut Maha Tolol, saya yang masih anak muda berapi-api yang maunya menang sendiri walau salah tak peduli. Di tingkat akhir ini bisa dibilang adalah tingkat jawaban atas segala doa buat saya. Supaya ga bingung dengan tulisan saya yang ga sistematis mari saya ceritakan dengan point-point saja ya (pede banget ada yang baca :) . Read the rest of this entry »

December 28, 2008

Yihaa…Liburan (Part 1)

Posted in Story Behind at 12:48 pm by Ophie

Setelah melewati serangkaian proses diplomasi yang luar biasa, Ibu saya tercinta berhasil mengalahkan tembok kekuasaan Bapak saya. Akhirnya Ibu yang luar biasa ini bisa jalan-jalan ke jakarta, bukan berdiam di Banjarmasin. Sehari sebelum invasi Ibu ke rumah Cibubur, jadilah saya dan adek berjibaku membersihkan rumah yang cuma seminggu sekali dikunjungi ini. Ada 3 kamar mandi yang harus dibersihkan, seluruh ruangan lantai atas dan lantai bawah beruntung rumah saya tidak ada perabotannya jadi kali ini acara bersih-bersihnya tidak pakai ngelap perabot.

Mission cleared

Ibu datang bersama Wak (kakak Ibu dari Medan), adek laki-laki saya, dan seorang sepupu dari Banjarmasin. Saya tidak heran kalau Ibu datang membawa keberisikan, belum apa-apa sudah komentar beres-beresnya kurang rap, siapkan ini-itu untuk makan siang Bapak, beresin koper sama bawaan, entah yang mana dulu yang harus dikerjakan. Rasanya memang sangat terjajah dari ujung rambut sampai ujung kaki, tapi mau bagaimana lagi inilah yang saya rindukan dari seorang Ibu. Menjajah dengan cinta istilah saya. Semua rasa terjajah terbayar dengan senyum khas Ibu, masakan Ibu yang tiada duanya, dan kecerewetan yang dirindukan sekaligus dihindari. Ibu saya memang tiada duanya.

December 14, 2008

Cinta Sepanjang Masa

Posted in Story Behind at 4:13 am by Ophie

Kalau Kakek dan Nenek saya bisa awet sampai ujung hayat, sepertinya itu jualah yang akan terjadi pada Bapak dan Ibu saya. Ibu dan Bapak adalah pasangan yang unik menurut saya. Ibu tak jarang mengeluh soal Bapak padaku begitu juga Bapak, tapi ketika jauh tak kurang dari 3 kali sehari saling menelpon. Pernah suatu kali Bapak pergi ke Malaysia seminggu, tagihan handphone Bapak melonjak sampai menyentuh angka 4 dengan 6 buntut nol di belakangnya.

Read the rest of this entry »

November 3, 2008

Koma

Posted in Story Behind tagged , , at 1:19 pm by Ophie

Saya sedang berduka, sangat dalam, atas komanya suami kedua saya. Tak ingat bagaimana kejadian tepatnya, ketika suami saya dalam kondisi kritis alat pacu jantungnya ternyata tidak lagi berada di dekatnya.

Sepertinya gaya bahasa di atas terlalu berlebihan sebaiknya saya ganti saja. Jadi begini pengunjung sekalian, sebagai pembuka, ada baiknya saya perkenalkan suami-suami saya. Laptop adalah suami kedua saya, suami pertama saya jelas handphone merk N 3230 yang katanya produk gagal (biar orang berkata apa bagiku kau segalanya…..Ooou I Love U Bibeh1).

Hari rabu lalu saya kehilangan charger laptop, bukan karena dimaling atau ditodong tengah jalan oleh perampok “Serahkan charger laptopmu, atau nyawamu melayang”2, semua sepenuhnya karena kemahatololan saya. Rabu ini saya memutuskan tidak kuliah karena lebih memilih mengerjakan laporan dengan baik dan benar tidak seperti 3 laporan sebelumnya. laporan baru selesai jam setengah 10, belum mandi, belum menyiapkan slide untuk presentasi jam 10. Saya mandi dengan gaya bebek, cepat-kilat. Slide belum selesai juga, jam setengah 11 kurang 10 saya berangkat dari kosan.

Sampailah saya di kampus dalam kurang dari 10 menit, dengan ojek3 tentunya (dari kosan ke pangkalan ojek butuh jalan kaki sekitar 7 menit). Keberuntungan saya ternyata belum habis, praktikum yang terkenal disiplin, ternyata belum mulai sampai jam 11 siang. Penyebabnya adalah peralatan presentasi belum siap pakai. Kelompok saya berada diurutan kelima, slide tetap masih belum selesai. Sambil memperhatikan kelompok lain presentasi, saya menyelesaikan slide. Ternyata waktu tidak memungkinkan, kelompok saya presentasinya ditunda sampai setelah ujian selesai (Hore…!!).

Selesai praktikum bagian 1 lanjut ke prakikum bagian 2, karena belum sholat saya ke mushola dulu sampai 1 jam kemudian. Saya SMS ke kakak kelas 1 kelompok saya ”Mbak praktikumnya udah bubar belum?”, beberapa menit kemudian saya mendapat balasannya ”udah bubar”. Bagaimana nasib saya karena tidak ikut praktikum? sampai saat ini saya belum tahu, mungkin akan saya dapatkan setelah ujian selesai.

Setelah itu saya mengumpulkan tugas, dan pergi ke dokter. Baru sampai di kosan teman -tempat tinggal sekarang- saya sadar kalau charger laptop saya sudah tidak ada. Mau dinyalakan takut baterainya habis, tidak dinyalakan saya sangat merindukan tatapan tajam matanya, merdu suaranya saat menyanyikan lagu yang saya sukai, kesetiannya menemani saya menonton film, menulis apapun dari tugas sampai proposal, dan banyak hal lain. Sampai saat ini, suami saya masih berada dalam keadaan koma, saya belum mampu menyadarkannya. Rencananya saya baru akan mencari charger baru bersama Bapak saya, setelah selesai ujian tengah semester yang hanya tinggal hitungan jam lagi. Untuk itu, saya perlu persiapan mental, demi mendengar semprotan Bapak saya yang sekian ratus kalinya4.

1Terima kasih pada Changcuters yang membantu saya merepresentasikan cinta tanpa syarat pada kedua suami saya hohoho….^^

2Hanya perampok yang otaknya berpindah ke dengkul yang memilih charger laptop dibandingkan laptopnya sendiri atau barang berharga lainnya.

3Mengingat setiap hari saya berangkat mepet dan setiap hari pula saya berangkat kuliah dengan ojek, saya kepikiran betapa enaknya kalo ada ojek pribadi halal lagi baik a.k.a suami beneran, berhubung saya cuma bisa mengendarai sepeda itupun kadang tanpa rem. Tapi sekali lagi rasional saya bermain untuk yang kesekian kalinya ”mau jadi apa tuh orang di tangan saya?”. Untuk itu, sekarang cukup sebagai lintasan pikiran saja sampai tiba masanya nanti.

4Bapak saya memang tukang semprot ulung, setiap kata tepat ke sasaran tembak tempat virus-virus kemahatololan saya bersemayam.

PS : Mohon doa untuk ujian tengah semester saya kali ini. Semoga hasilnya jauh lebih baik dibandingkan yang kemarin. Amin

Next page

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.