Love The Life

Naas

Duduklah disampingku nak….Kan kudendangkan engkau tentang burung pipit yang gagal terbang tinggi. Ia pipit yang tak lagi boleh mengekor pada ibunya nak, namun pun belum sanggup terbang sendiri.Ia pipit buta nak.Matanya hanya melihat abu-abu. Bukan putihnya awan. Bukan hitamnya malam. Bukan pula warna-warninya pelangi. Tertetes air matanya nak. Saat ia jatuh mencari asa di balik lengkungan pelangi. Sayapnya retak nak. Sakit mendera seribu bahasa. Ia mencoba lagi terbang nak, namun sayapnya tak bisa bergerak. Ia benci diam tapi tak mampu bergerak. Terbuai ia dalam tanya tentang dirinya yang tak bisa terbang. Naas nak, nasib akhirnya berbicara. Matilah ia oleh nasar pemakan daging.


Posted in Midnight Blue

Serenade Cinta

Lelaki itu masih sangat kucinta

Sorot matanya begitu tegas berucap

“Aku sayang padamu”

Lelaki itu tak lagi sekokoh dahulu

Putih rambutnya bercerita tentang usia

”Kamu tak lagi muda manusia”

Dalam heningnya malam

Lelaki itu

Berkata dengan lantangnya

”Aku masih kuat menantang dunia”

Lelaki itu jiwanya masih selembut sapuan angin

Dalam lara ia bahagia

Dalam tangis ia tertawa

Ada ingin kadang patah

Ada mimpi kadang terbungkam

Lelaki itu, ayahku


Posted in Midnight Blue

Serenade Rindu

Ibu….

Ada harap dalam doamu

Menatap nyata dalam mataku

Ibu….

Akan jadi durhaka aku

Jika tak kau temukan

Nyata dalam ragaku

Ibu…

Jiwa ini mencintaimu sangat

Raga ini rindu belaimu sangat

Ibu….

Dan surgaku masih

Di bawah tahta kakimu


Posted in Midnight Blue
Tags: