February 24, 2011

Cinta Tak Bernama

Posted in Imajinasi at 5:06 pm by Ophie

“Kau tahu kah mengapa langit malam menghitam? Itu karena ada bintang sepertimu hadir untuk menghiasinya”

Sebuah surat sampai di kolong langit

Ya Tuhanku
Aku mohon ampun hari ini. Ada ruang di sudut hati yang terisi oleh makhluk-Mu, Ia masuk tanpa perlu mengetuk sebab pintunya menghilang seketika untuknya. Aku mohon ampun hari ini. Aku jatuh cinta ya Rabb, pada dia yang tak bernama dalam kesenyapan yang tak bernama pula. Aku mohon ampun hari ini. Wahai Pemilik Hati, Ia jauh dari sempurna penuh cela. Namun, tak pernah sekalipun sujud untuk-Mu terlewatkan. Berlembar-lembar ayat-Mu terlantun pada harinya. Padanya, aku menitipkan sisa masa yang kupunya untuk-Mu. Bukan untuk sedetik, dua detik, tapi seumur hidup hingga jannah-Mu kami tempati. Ya Maha Pengampun, untukku dia yang pertama dan terakhir.

“Aku punya hadiah untukmu, seperangkat rumah di surga dengan tangga menuju ke sana”

Di dunia, pada tempat yang sangat kukenal

Jam 8 pagi, saat Ia menjabat erat tangan ayahku yang mulai menua. Berpasang-pasang mata menyorot dengan doa terlantun pada pagi terhikmat dalam hidupku. Berjuta syukur bergema dalam ruang di sudut hati.

Di Langit, tempat doa diterima
Allah menjawab
Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah (Adz-Dzaariyat : 49)

Suatu hari di suatu waktu di masa depan

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.