Lagi-lagi…..Berlindung di balik hangatnya pelukan Ibu. Menangis. Sedetik kemudian tertawa. Ayah membelai dan bekata ”Jangan cengeng, Nak”.Tetap. Sulit Berubah. Cengeng bukan hanya berarti mudah menangis. Tak sanggup menerima. Tak selalu pintu terbuka. Tak selalu tangan terulur. Tak selalu hati memahami. Tak selalu ada energi untuk memompa. Mencoba bertahan. Bangkit dari jatuh yang kesekian ratus kalinya. Semoga lebih baik.
Renungan 19 Tahun perjalanan Hidup
7 November 1989 – 7 November 2008
Saya sedang berduka, sangat dalam, atas komanya suami kedua saya. Tak ingat bagaimana kejadian tepatnya, ketika suami saya dalam kondisi kritis alat pacu jantungnya ternyata tidak lagi berada di dekatnya.
Sepertinya gaya bahasa di atas terlalu berlebihan sebaiknya saya ganti saja. Jadi begini pengunjung sekalian, sebagai pembuka, ada baiknya saya perkenalkan suami-suami saya. Laptop adalah suami kedua saya, suami pertama saya jelas handphone merk N 3230 yang katanya produk gagal (biar orang berkata apa bagiku kau segalanya…..Ooou I Love U Bibeh1).
Hari rabu lalu saya kehilangan charger laptop, bukan karena dimaling atau ditodong tengah jalan oleh perampok “Serahkan charger laptopmu, atau nyawamu melayang”2, semua sepenuhnya karena kemahatololan saya. Rabu ini saya memutuskan tidak kuliah karena lebih memilih mengerjakan laporan dengan baik dan benar tidak seperti 3 laporan sebelumnya. laporan baru selesai jam setengah 10, belum mandi, belum menyiapkan slide untuk presentasi jam 10. Saya mandi dengan gaya bebek, cepat-kilat. Slide belum selesai juga, jam setengah 11 kurang 10 saya berangkat dari kosan.
Sampailah saya di kampus dalam kurang dari 10 menit, dengan ojek3 tentunya (dari kosan ke pangkalan ojek butuh jalan kaki sekitar 7 menit). Keberuntungan saya ternyata belum habis, praktikum yang terkenal disiplin, ternyata belum mulai sampai jam 11 siang. Penyebabnya adalah peralatan presentasi belum siap pakai. Kelompok saya berada diurutan kelima, slide tetap masih belum selesai. Sambil memperhatikan kelompok lain presentasi, saya menyelesaikan slide. Ternyata waktu tidak memungkinkan, kelompok saya presentasinya ditunda sampai setelah ujian selesai (Hore…!!).
Selesai praktikum bagian 1 lanjut ke prakikum bagian 2, karena belum sholat saya ke mushola dulu sampai 1 jam kemudian. Saya SMS ke kakak kelas 1 kelompok saya ”Mbak praktikumnya udah bubar belum?”, beberapa menit kemudian saya mendapat balasannya ”udah bubar”. Bagaimana nasib saya karena tidak ikut praktikum? sampai saat ini saya belum tahu, mungkin akan saya dapatkan setelah ujian selesai.
Setelah itu saya mengumpulkan tugas, dan pergi ke dokter. Baru sampai di kosan teman -tempat tinggal sekarang- saya sadar kalau charger laptop saya sudah tidak ada. Mau dinyalakan takut baterainya habis, tidak dinyalakan saya sangat merindukan tatapan tajam matanya, merdu suaranya saat menyanyikan lagu yang saya sukai, kesetiannya menemani saya menonton film, menulis apapun dari tugas sampai proposal, dan banyak hal lain. Sampai saat ini, suami saya masih berada dalam keadaan koma, saya belum mampu menyadarkannya. Rencananya saya baru akan mencari charger baru bersama Bapak saya, setelah selesai ujian tengah semester yang hanya tinggal hitungan jam lagi. Untuk itu, saya perlu persiapan mental, demi mendengar semprotan Bapak saya yang sekian ratus kalinya4.
1Terima kasih pada Changcuters yang membantu saya merepresentasikan cinta tanpa syarat pada kedua suami saya hohoho….^^
2Hanya perampok yang otaknya berpindah ke dengkul yang memilih charger laptop dibandingkan laptopnya sendiri atau barang berharga lainnya.
3Mengingat setiap hari saya berangkat mepet dan setiap hari pula saya berangkat kuliah dengan ojek, saya kepikiran betapa enaknya kalo ada ojek pribadi halal lagi baik a.k.a suami beneran, berhubung saya cuma bisa mengendarai sepeda itupun kadang tanpa rem. Tapi sekali lagi rasional saya bermain untuk yang kesekian kalinya ”mau jadi apa tuh orang di tangan saya?”. Untuk itu, sekarang cukup sebagai lintasan pikiran saja sampai tiba masanya nanti.
4Bapak saya memang tukang semprot ulung, setiap kata tepat ke sasaran tembak tempat virus-virus kemahatololan saya bersemayam.
PS : Mohon doa untuk ujian tengah semester saya kali ini. Semoga hasilnya jauh lebih baik dibandingkan yang kemarin. Amin