Love The Life

Holiday Training Camping

Sebelum libur lebaran tiba, saya ditawari teman saya, Randi untuk mengikuti pelatihan kepemimpinan yang diadakan oleh direktorat kemahasiswaan IPB. Pelatihan ini khusus diikut oleh pengurus lembaga kemahasiswaan kampus ataupun anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), syaratnya untuk mengikuti adalah mengirimkan riwayat hidup dan menuliskan essay tentang peran organisasi mahasiswa terhadap pembangunan pertanian Indonesia, tema tepatnya saya lupa. Pelatihan ini diadakan tanggal 18 dan 19 Oktober di Pasir Sarongge, Cipanas. Singkat cerita, yang mulanya saya ragu-ragu akhirnya saya ikut juga sekalian liburan singkat, sedangkan Randi sendiri harus rela tidak ikut karena ada acara wajib di Asramanya, kalau tidak ikut beasiswanya bisa dipotong beberapa persen.

Rombongan seharusnya berangkat dari kampus jam 7 pagi tapi karena pesertanya belum datang semua termasuk saya, rombongan baru berangkat jam setengah 8 pagi. Seperti yang telah saya duga sebelumnya, dari 21 orang peserta hanya 3 perempuan yang ikut sisanya sebagian besar para lelaki yang sebelumnya saya kenal dari Azka (saya bukan pengurus BEM TPB) sebagai pengurus BEM TPB (waktu saya tingkat satu dulu) dan sisanya ada yang kenal ada yang tidak kenal. Tidak terbayangkan bagaimana pelatihan tersebut berjalan, seperti kamp konsentrasikah? Atau akan menjadi kamp pelatihan yang membosankan? Atau menyenangkan? Tapi saya yakin ada sesuatu yang sama sekali baru buat saya.

Sampai di tempat jam setengah 11, saya beserta peserta lain tinggal di mess milik IPB, daerahnya lumayan jauh dari pusat kota Cianjur. Luar biasa lanskap daerahnya masih cukup alami, udaranya sejuk, pemandangan di depan mess sangat cantik, dengan gunung yang saya tak tau namanya, di bawahnya lahan pertanian dengan sungai kecil berair sejuk dan sangat bening mengalir sampai tak tau kemana. Bangunan messnya terbuat dari kayu, jadi sejuknya udara luar benar-benar bisa masuk ke dalam. Berhubung perempuan yang ikut dalam pelatihan cuma 3 orang jelas saya, Tina, dan Yu-as ditempatkan dalam satu kamar, yang nantinya 2 orang teman sekamar saya ini memberikan kesan yang dalam pada saya.

Ternyata anggapan saya tentang pelatihan yang seperti kamp konsentrasi ini benar-benar hilang, sampai di sana kami benar-benar disambut oleh pengurus mess. Tepat saat makan siang, hidangan yang memenuhi kriteria 4 sehat tersedia dengan cuma-cuma dan sekenyangnya, begitupun dengan hari berikutnya. Hari pertama dipenuhi dengan pemberian materi tentang kepemimpinan, kreativitas, dan renungan malam. Besoknya dilanjutkan dengan lintas alam, outbond, dan materi kepemimpinan bagian 2. Semua kegiatan yang dilakukan di camping Cianjur sangat berkesan bagi saya saking senangnya selama 2 hari satu malam saya tidak berhenti tersenyum. Di sana saya mendapatkan keberanian untuk mengalahkan ketakutan saya akan ketinggian selama ini, untuk pertama kalinya saya mencoba main flying fox. Saat naik pohon untuk meluncur dengan tidak sopannya teman saya berkomentar “Sumpah Phie, Gua kayak lagi nonton national geographic channel sesi panda lagi manjat pohon”. Komentarnya membuat saya tertawa sepanjang perjalanan ke puncak pohon. Perlu waktu yang lebih lama dari yang teman-teman saya yang lain untuk naik ke atas pohon, namun akhirnya saya berhasil naik ke pohon untuk meluncur dengan flying fox.

Materi kepemimpinan yang disampaikan di camp ini mungkin sudah banyak didengar, saya pun sering mendengarnya. Namun, selama ini terkikis oleh banyak hal sehingga membuat saya lupa. Dan di sana saya diingatkan kembali.

Di sana disampaikan bahwa bahagia benar-benar sepenuhnya keputusan kita, dalam keadaan seperti apapun kita bisa bahagia asal kita memilih untuk bahagia. Seperti kata bijaksana yang pernah terpampang pada majalah dinding fakultas saya ”Ya Allah, aku tak tahu kapan harus bersyukur dan bahagia?, Pada rasa sakitku kah? Atau pada rasa senangku? Jika pada sakitku aku bisa banyak berdzikir pada-Mu.

Benar sekali kawan! Bahagia adalah sebuah keputusan, keputusan dari satu-satunya pemain dalam hidupnya. Di hidup ini, hanya kita satu-satunya pemain dalam hidup kita. Orang tua, saudara, teman, dan banyak orang lain di sekitar kita hanyalah penonton mutlak. Sekeras apapun penonton bersorak untuk mendukung dan menjatuhkan hanya kita yang memutuskan kemana lagi kaki ini melangkah, terus majukah? Atau mundur secara perlahan-lahan? Hanya kita yang bisa memutuskan mau hidup seperti apa lagi kita?.  

Dan saya, saat camping kemarin saya memutuskan untuk sangat bahagia akan setiap hela napas dan setiap keputusan yang saya buat.


Posted in Story Behind

Tips menikmati Hari Saat Kesasar

Sebagai seorang traveler yang sering kesasar, saya punya tips buat sodara-sodara sekalian untuk tetap dapat menikmati hari saat kesasar simak baik-baik tips dari saya^_^

  1. Jangan pernah panik kalau kesasar. Panik membuat kesasar makin menjadi-jadi.
  2. Minumlah air mineral dingin untuk menenangkan Anda.
  3. Jangan pernah menelpon orang tua Anda saat kesasar karena dapat mengakibatkan orang tua Anda panik. Seperti pengalaman saya saat salah naik angkot waktu mau ke Bandara menuju Banjarmasin. Bukannya naik angkot 03 tapi saya malah naik angkot 02. Jam sudah menunjukkan pukul setengah 1 siang tapi masih kesasar padahal pesawat take off jam 3.15 siang. Saya dibawa angkot sampai ke ujung Sukasari yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Akhirnya saya memutuskan menyewa angkot tersebut sampai terminal bus Baranang Siang. Segera setelah naik di bus, saya menelpon Bapak-Ibu saya dan memberitahu beliau kalau saya tadi kesasar sambil tertawa-tawa. Hasilnya? Bapak saya ngamuk-ngamuk, Beliau bilang “Makanya kalau jalan diperhatikan!! Kakak ini selalu saja buat tipis tali jantung Papa”. Sepanjang jalan ke Bandara, tiap 10 menit sekali Bapak-Ibu saya menelpon. Saya sampai bandara jam 3 sore karena kemacetan lalu lintas di tol bandara. Akhirnya saya check-in sambil lari-lari. Sampai di ruang tunggu, ternyata pesawatnya baru berangkat pukul 3.30 sore.
  4. Anggap saja seolah kita jalan-jalan ke tempat yang baru, yang belum pernah kita lihat, injak, dan tahu sebelumnya.
  5. kalau sedang janjian dengan orang, segera telpon atau SMS ke orang yang dijanjikan untuk bertemu. Bilang secara jujur kalau Anda kesasar. Pasti orang akan memaklumi .
  6. Turunlah di tempat yang sedikit Anda kenal. Segera telpon orang yang benar-benar mengetahui tempat Anda kesasar. Kalaupun orang yang Anda kira dia tahu tentang tempat itu tapi ternyata dia tidak tahu, jangan malu-malu menanyakan tempat pada orang sekitar bagaimana caranya agar Anda sampai di tempat yang Anda tuju.
  7. Tetaplah tersenyum, stay cool, calm and confident. Jangan sampai membuat orang lain eneg melihat wajah Anda, hanya karena Anda sedang tersasar.
  8. Jika kehabisan ongkos segera turun ke tempat yang Anda yakin ada ATM-nya. Kalau ternyata ATM Anda tidak ada isinya berarti bersiaplah untuk jalan kaki ke tempat yang Anda tuju atau telpon teman atau saudara yang Anda yakin bisa menjemput. Sekali lagi pesan saya, jangan bilang ke orang tua.

Nikmatilah saat-saat kesasar Anda dan yakinlah bahwa peristiwa ke sasar Anda akan bermanfaat suatu hari nanti. Misalnya, saat ke sasar Anda menemukan tempat wisata yang sebenarnya sangat cocok untuk berlibur tapi tidak banyak orang yang tahu dan Anda pun belum tahu sebelumnya. Hal ini akan meringankan beban otak Anda untuk berpikir kemana akan mengajak teman dan keluarga untuk berlibur. Sekian tips singkat dari saya semoga bermanfaat bagi Anda yang sedang kesasar di suatu tempat.


Posted in Uncategorized

Autistical Behaviour

Kali ini Saya ingin menulis hal-hal autis. yang mungkin sulit diterima akal sehat dan di luar nalar (hahaha…), tapi cerita-cerita berikut ini 100 % nyata tanpa rekayasa, silahkan dibaca.

Di siang hari bolong masa SMP, Saya yang masih polos sedang tidak ada kerjaan. Karena bosan, Saya mencet-mencet sembarang nomor telpn, ketika diangkat oleh yang punya rumah langsung Saya tutup. Begitu seterusnya sampai berkali-kali. Tiba-tiba (maaf) Saya kebelet kentut, dari situ Saya mendapat ilham. Saya pencet nomor telpn 262513 dan voila! Ada orang yang mengangkat. Bersamaan dengan terdengarnya suara halo, Saya kentut sekeras-kerasnya. Selesai kentut, sambungan telponnya langsung Saya tutup. Saya tersenyum puas.

Waktu SMA, Saya punya hobi yang merugikan, yaitu telpon sampai berjam-jam, sebenarnya yang dibicarakan tidak begitu penting, tapi yang namanya hobi tetap saja berjalan walau harus disemprot Bapak-Ibu Saya tiap awal bulan. Suatu hari Saya sedang menelpon teman Saya, di tengah obrolan Saya berpikir untuk mengetes kabel roll di sebelah Saya nyetrum kalau dipegang, Saya coba masukkan 2 jari Saya ke dalam lubang kabel roll. Ternyata nyetrum sodara-sodara!. Tangan Saya nempel, susah dicabut, baru setelah beberapa detik kesetrum tangan Saya bias ditarik. Akhirnya tidak sampai 15 menit Saya menyudahi obrolan Saya lewat telpon karena Saya lemas luar biasa pasca kesetrum. Efek dari kesetrum itu, mengakibatkan tangan Saya gemetaran selama 1 jam kemudian.

Sampai awal tingkat 1, penyakit insomnia (susah tidur malam) Saya masih suka kambuh. Hampir jam 12 malam, Saya sama sekali belum merasa ngantuk. Akhirnya, Saya putuskan keluar kamar karena tahu Azka belum tidur. Dia sedang menggoreskan kapur ajaib di pintu kamarnya yang kadang terkenal sebagai sarang semut dan rayap. Tiba-tiba, seekor kecoa yang sedang sial lewat tepat jiwa ilmuwan Saya bangkit. Bersama dengan Azka, Saya elingkari lantai di sekitar kecoa sial itu, mulai dari lingkaran kecil sampai lingkaran besar. Ternyata kecoa yang hanya sampai taraf teller itu berhasil kabur. Merasa gagal menangkap kecoa, Saya mencoba mengembangkan bakat menggambar Saya dengan media pintu kamar dan kapur ajaib. Pesan sponsor : Lebih baik beli obat serangga semprot dibandingkan kapur ajaib. Belum lama ini Saya menyemprotkan obat serangga pada kecoa, tidak sampai 1 menit kemudian kecoanya langsung mati.

Suatu hari jumat di semester 4 kuliah, Saya diajak makan siang oleh Bapak tercinta di sebuah restoran khas Sunda yang baru buka di sekitar jalan Baru Bogor. Dindingnya terbuat dari pilinan bambuyang seharusnya menciptakan hawa sejuk, Sayangnya hawa di restoran tersebut masih tetap panas. Tapi sebenarnya bukan itu yang mau Saya ceritakan hwahaha…..Jadi begini, karena melihat sekotak tisu dan lilin di atas meja, jiwa ilmuwan Saya terpanggil untuk melakukan eksperimen kecil (untuk kesekian kalinya), langsung dan mudah dilakukan. Saya beri judul eksperimen tersebut dengan “Uji Tingkat Nyala Api Pada Hasil Olahan Kayu Berkapiler” (keren kan judulnya?? Hahaha….). metodenya begini, ambil satu lembar tisu, kemudian dibakar di atas lilin yang meyala dan diamati tingkat nyala api yang dihasilkan. Hasilnya? Di luar dugaan, Saya kira apinya kecil, ternyata jauh lebih besar dari yang Saya kira. Karena takut tangan Saya terbakar, akhirnya tisu yang terbakar itu Saya jatuhkan di atas meja. Dapat diprediksi bahwa hasil eksperimen ini mengakibatkan taplak meja restoran baru itu bolong, serta Saya berhasil mendapat nobel berupa omelan dan mata yang melotot dari Bapak Saya (Dalam hati Bapak : Ya Allah! Kok punya anak perempuan gini-gini amat ya?!). Reaksi Saya? Cukup bersikap Cool disertai dengan cengiran.

Semester 4 kuliah, saya diberikan tugas praktikum untuk memelihara puyuh selama 1 bulan. Sistem pemberian pakannya adalah 2 kali sehari dengan petugas piket yang bergiliran, 2 orang per hari. Puyuh adalah ternak manja dan mudah stress, agar puyuh dapat menghasilkan telur setiap hari dibutuhkan suasana tenang, warna ruangan yang tidak mencolok, termasuk baju petugas piketnya serta banyak persyaratan lainnya. Hari itu tiba giliran Saya piket, Saya sedang benar-benar tidak niat piket dan kebetulan saya mengenakan jilbab merah, rok merah, dan baju bergaris-garis merah. Menyimpan dendam pada puyuh karena piket yang telah dibuatnya, sepanjang piket saya mengagetkan puyuh di seluruh kandang, sambil bernyanyi-nyanyi, teman satu kelas saya yang sepiket hari itu hanya bergeleng-geleng kepala melihat kelakuan saya. Selang 2 minggu kemudian, hasil pemeliharaan puyuh sekelas mendapat komentar tak enak dari dosen, “ Ada apa dengan puyuh kelas kalian? Kenapa puyuh yang bertelur hanya minggu pertama dan kedua?. Tidak ada yang berani menjawab, untuk menyelamatkan hidup, saya memasang tampang tak tau apa-apa, padahal dalam hati saya bahagia, perlakuan saya membuat puyuh stress dan tidak bertelur berhasil dengan gemilang.

Pesan sponsor : bagi yang ingin berguru tentang hal-hal autis silahkan hubungi YM saya hahaha….


Posted in Uncategorized

Iseng-Iseng

Pernah merasa ga berbakat melakukan sesuatu?? Hari ini saya sedang merasa ga berbakat untuk kuliah. Tekad jadi mahasiswa baik-baik sepertinya masih mimpi hehehehe…..Tapi biarpun ga berbakat kuliah saya masih tetap agak sedikit berbakat untuk belajar.


Posted in Uncategorized

SELAMAT IDUL FITRI 1429 H

Sodara-sodara sekalian Selamat Idul Fitri 1429 H. Mohon maaf atas kesalahan yang pernah saya buat, termasuk kesalahan saya tidak menepati janji untuk berkomitmen nulis blog seminggu sekali

Best Regards

Ophie -A Backpackers wannabe-


Posted in Uncategorized
Next Page »