Love The Life

Naas | June 30, 2008

Duduklah disampingku nak….Kan kudendangkan engkau tentang burung pipit yang gagal terbang tinggi. Ia pipit yang tak lagi boleh mengekor pada ibunya nak, namun pun belum sanggup terbang sendiri.Ia pipit buta nak.Matanya hanya melihat abu-abu. Bukan putihnya awan. Bukan hitamnya malam. Bukan pula warna-warninya pelangi. Tertetes air matanya nak. Saat ia jatuh mencari asa di balik lengkungan pelangi. Sayapnya retak nak. Sakit mendera seribu bahasa. Ia mencoba lagi terbang nak, namun sayapnya tak bisa bergerak. Ia benci diam tapi tak mampu bergerak. Terbuai ia dalam tanya tentang dirinya yang tak bisa terbang. Naas nak, nasib akhirnya berbicara. Matilah ia oleh nasar pemakan daging.


Posted in Midnight Blue

No Comments Yet »

Say something? Comments RSS TrackBack URI