Selain manusia ada beberapa makhluk berbulu species Felix domestica yang bersemayam di rumah ini. Kami sebagai penghuni yang berakal akhirnya memberikan nama sesuai dengan karakter masing-masing, ada agre yang agresif, monty yang montok dan seksi, dan yang agak buluk namanya mutan (nemu di kontrakan). Beberapa makluk berbulu ini melengkapi hidup kami selama tinggal di amazon. Kadang mereka menyenangkan tapi kadang mereka cukup mengganggu terutama saat kami makan. Berhubung lubang ruang makan sekaligus ruang tamu berhasil dibobol oleh makhluk-makhluk tersebut, mereka bisa masuk dengan leluasa saat kami makan. Beberapa bulan tinggal di amazon ternyata agre melahirkan seekor jantan yang kami beri nama Choco. Tapi ternyata setelah diteliti lebih lanjut ternyata Choco adalah seekor wanita jadi akhirnya Choco berganti nama menjadi Choconita (Artinya, Choco ternyata seekor wanita). Panggilan Choconita bermacam-macam mulai dari Choco, Coni, Conita,Conce, Coniyem, Nita, atau Mumun, terserah mau manggil yang mana. Karena dari bayi Choco bersemayam di rumah tak heran kalau tidurnya pun di kasur siapapun yang kamarnya terbuka. Berhubung kamar di amazon jarang ada yang ditutup jadi Choco dan ibunya, Agre, bebas memilih kamar manapun yang mereka mau tiduri. Pernah suatu hari Choco tidur siang di kamar Teh Cici, tiba-tiba Choco kebelet buang air kecil. Choco yang masih kecil itu bingung, ia tidak tahu mau dibuang di mana air kecil tersebut. Dan akhirnya Choco ngompol di kasur Teh Cici. Teh Cici murka atas kelakuan Choco, ia membuang Choco keluar kamar. Tak sampai berselang beberapa menit setelah diusir, Choco berlari-larian mengejar ibunya. Dasar anak kecil, ia tidak sadar kalau ada yang marah. Sekarang Choco sudah besar, kedudukannya sebagai anak kesayangan Agre digantikan oleh tiga makhluk mungil yang kami namai Andik, Afroh, dan Yadi, adik-adik Choco. Tiga makhluk mungil ini lebih susah diatur dari Choco dilihat dari segi kuantitas maupun kualitas. Adik-adik Choco lebih memberikan kami pekerjaan tambahan untuk kami mulai dari membersihkan kotorannya yang semerbak harum mewangi surgawi sampai aktivitasnya yang selalu berlarian kesana-kemari. Tapi bagaimanapun juga kami tidak dapat memusnahkan makhluk-makhluk ini karena mereka pun berhak hidup di bumi ini. Karena tugas manusia sebagai khalifah di bumi ini bukan untuk memusnahkan tapi melestarikan dan menyelaraskan apa yang ada di sekitarnya.