April 4, 2008
Amazon Bagian II
Gaung nama amazon takkan lengkap tanpa 8 orang penghuninya. Sebenarnya waktu pertama kali pindah ke amazon, penghuni amazon berjumlah 9 orang, namun ternyata satu teman kami, Icha Sang koleris-melankolis, memutuskan pindah ke Univeritas Indonesia sebelum akhirnya diterima di STAN. Sampai detik saya menulis, penghuni amazon masih berjumlah 8 orang.
1. Novicha Sofriani (Ophie), Sang presiden amazon yang mengangkat dirinya sendiri. Daerah asal: Banjarmasin. Jurusan Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan. Tipe kepribadian Sanguinis-plegmatis.
2. Intan Herdiana (Dina), Menteri keuangan. Daerah asal: Sidoarjo. Jurusan Ilmu Ekonomi. Tipe kepribadian sanguinis-plegmatis.
3. Fitria Febrianti (Pipit). Daerah asal: Bandung. Jurusan Teknologi Hasil Perairan. Tipe Kepribadian: Melankolis-koleris.
4. Rafika (Fika). Daerah asal: Solok, Sumatera Barat. Jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata. Tipe kepribadian: plegmatis.
5. Dessy Natalia (Dc). Daerah asal: Bandung. Jurusan Agribisnis. Tipe kepribadian sanguinis-melankolis.
6. Cici Nurfatimah (Cici). Daerah asal: Bandung. Jurusan Arsitektur Lanskap. Tipe kepribadian: sanguinis-plegmatis.
7. Nurul Ainy Gumilar (Uul). Daerah asal: Lampung. Jurusan Ilmu Ekonomi. Tipe kepribadian plegmatis-koleris.
8. Dian Kuntiasih (Dian or Quntil). Daerah asal: Lumajang. Jurusan Teknologi Industri Pertanian. Tipe kepribadian melankolis-sanguinis
Banyak hal yang berbeda dari segala macam segi penghuni amazon, namun kami tetap bersatu di bawah naungan amazon sebagai penghuni yang baik. Sampai saat ini tidak pernah ada konfrontasi terbuka antar penghuni, dan mudah-mudahan tidak akan ada. Bagi kami perbedaan bukan untuk dicari-cari ataupun dihilangkan, tapi untuk di terima dan disatukan dalam sebuah persaudaraan seperti persaudaraan sedarah. Bagi saya amazon seperti rumah kedua. Walaupun fasilitasnya tidak selengkap rumah orang tua saya, namun tetap bisa memberikan kenyamanan kurang lebih sama seperti saya berada di rumah orang tua saya. Amazon adalah salah satu laboratorium hidup saya, di sini saya belajar bagaimana meramu emosi agar tidak ada reaksi yang tidak diinginkan, di sini juga saya bereksperimen untuk memperbaiki diri. Amazon di mata saya sangat berwarna-warni, ada tawa, canda, tangis, haru semua sepaket dengan rumah serta penghuninya. Dan menjadi suatu hal yang lumrah ketika amazon menjadi hal yang berharga dalam hidup saya atau malah menjadi bagian dari diri saya.
sepedakwitang said,
June 17, 2011 at 10:18 am
kangen